Mempelajari Kehidupan Sosial dan Budaya di Italia

sosial dan budaya italia

Italia merupakan salah satu negara yang sangat kaya dengan seni dan budayanya. Hal ini menjadi daya tarik utama para wisatawan mancanegara untuk mengunjungi negara ini. Dari data tahun 2018, jumlah turis asing yang mengunjungi negara ini mencapai 58 jt orang.

Jika kalian juga merupakan salah satu orang yang senang bepergian keluar negeri, dan berpikir untuk menjadikan Italia sebagai salah satu tujuan wisata, sangatlah penting untuk mengenal kehidupan sosial dan budayanya. Kita akan mengupas semuanya disini, disimak ya guys.

Nama Italia

Ada banyak dugaan tentang asal nama “Italia”. Salah satu dugaan yang paling populer adalah nama ini berasal dari bahasa Yunani yaitu Oscan Víteliú, artinya “dataran sapi muda.” Sapi adalah simbol dari berbagai suku di Italia bagian selatan, tempat dimana masyarakat Yunani kuno sering berinteraksi dengan penduduk setempat. Dugaan lainnya, literatur Yunani kuno seperti tulisan Aristoteles dan Thucydides juga mencantumkan nama Italus yang diduga menjadi asal mula nama Italia.

Awalnya, nama Italia hanya ditujukan bagi wilayah negara Italia yang terletak di bagian selatan. Wilayah lainnya dinyatakan dengan nama berbeda seperti Oenetria dan Lucania. Perlahan, nama-nama itu mulai melebur. Masyarakat Yunani kuno akhirnya terbiasa menggunakan nama Italia. Pada akhir abad ke 1, Kaisar Augustus memutuskan menggunakan nama Italia untuk menyatakan wilayah yang terbentang dari semenanjung Italia hingga pegunungan Alpen.

Kehidupan Masyarakat Italia

Kehidupan antara penduduk Italia di wilayah utara dan selatan sangatlah berbeda. Wilayah utara cenderung memiliki ekonomi yang lebih baik karena menjadi tempat bertumbuhnya industri, sedangkan wilayah selatan relatif lebih sulit secara ekonomi. Walaupun demikian, data ekonomi makro menunjukkan bahwa angka pengangguran di Italia tergolong tinggi. Dengan kata lain, kesenjangan ekonomi sebenarnya terjadi di kedua wilayah.

Gaya hidup golongan ekonomi atas dan bawah sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut dapat diamati pada perilaku penduduk dari masing-masing golongan. Golongan ekonomi atas biasanya lebih terdidik, berbicara secara formal, dan menggunakan dialek nasional. Mereka juga menggunakan pakaian bermerek atau karya desainer pakaian ternama. Selain itu, penduduk yang lebih makmur biasanya berlibur ke tempat yang privat, hidup lebih santai, dan sesekali beristirahat di villa milik pribadi.

Dibalik kesenjangan yang begitu terasa, ada beberapa hal yang menyatukan mereka sekaligus menjadi identitas penduduk Italia. Misalnya pasta dan roti yang menjadi makanan sejuta umat. Atau sepakbola yang biasanya dinikmati oleh siapa saja.

Penduduk Italia umumnya menghormati dan menyayangi keluarganya. Ikatan kekeluargaan di Italia lebih erat dan luas dibanding negara barat pada umumnya. Tidak seperti kebanyakan keluarga barat yang biasanya hanya mengurusi keluarga inti (ayah, ibu, dan anak), penduduk Italia menjaga kedekatan dan keakraban hingga ke keluarga jauh. Penduduk Italia juga sering berkumpul bersama keluarga lainnya dan mengajak anak-anaknya untuk saling berkenalan agar memperluas jaringan keluarga.

Kedekatan keluarga di Italia juga merambat ke lingkungan bisnis. Ada banyak usaha kecil dan menengah yang dikelola dan diwariskan untuk anggota keluarga secara turun temurun. Beberapa perusahaan besar dan multinasional seperti Fiat dan Benetton pun masih dibawah kendali anggota keluarga pendirinya. Karena dikelola keluarga, rapat internal pimpinan perusahaan biasanya tidak begitu formal. Mereka juga tidak selalu memberikan informasi secara utuh kepada pihak luar. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan bahasa atau informasi berbeda kepada orang yang tidak begitu akrab atau tidak dipercaya.

Seni, Kuliner, dan Sepakbola

Seni adalah salah satu identitas dari Italia. Kecintaan para penduduk terhadap sesuatu yang artistik bisa dibilang sudah mendarah-daging. Aktivitas berkesenian di negara tersebut berkembang antar generasi, bahkan antar wilayah. Aliran atau karakteristik karya seni dari suatu wilayah bisa sangat berbeda dengan wilayah tetangga.

Rancangan arsitektur khas Italia dapat diamati hingga ke pusat keramaian kota. Ada begitu banyak bangunan kubah melengkung dengan struktur yang telah diadopsi sejak zaman Romawi kuno. Selain arsitektur, Italia juga terkenal sebagai pionir dalam perkembangan seni visual, terutama dalam seni lukis. Perkembangan seni lukis di Italia telah dimulai sejak abad pertengahan dengan ciri khas lukisan yang lebih realistis.

Italia terkenal sebagai rumah kelahiran periode Renaissance, yang sering disebut sebagai era keemasan seni di Italia. Berbagai seniman legendaris dunia bermunculan pada era yang berlangsung dari abad ke 15 hingga pertengahan abad ke 17. Kebanyakan seniman tersebut mampu menghasilkan karya fenomenal di berbagai area seni seperti seni lukis, pahat, hingga arsitektur. Leonardo da Vinci, Michelangelo Buanarroti, Raphael, dan Sandro Botticelli merupakan beberapa diantaranya.

Selain arsitektur dan seni visual, Italia juga kaya akan seni musik dan literatur. Instrumen musik seperti piano dan biola merupakan instrumen yang ditemukan di Italia. Selain itu, kebanyakan jenis musik klasik seperti simfoni, concerto, dan sonata merupakan pengembangan dari musik Italia pada abad ke 16 dan 17.

Seperti musik, para seniman Italia juga berkontribusi penting di bidang literatur. Diantara berbagai karya literatur, puisi berjudul “Divine Comedy” karya Dante Alighieri merupakan salah satu literatur paling berpengaruh di era abad pertengahan. Karya ini juga menjadi salah satu dasar perkembangan bahasa Italia modern.

Identitas lain dari penduduk Italia adalah kuliner. Bagi mereka, makanan bukan hanya sekedar kebutuhan, melainkan sudah jadi kehidupan. Mereka sering berkumpul bersama keluarga dan makanan merupakan penghubung yang mempererat tali silaturahmi. Yang lebih penting lagi, setiap wilayah memiliki ciri khas “masakan Italia” ala mereka. Makanan seperti pizza atau spaghetti, yang dapat ditemui hampir di seluruh dunia, merupakan makanan yang menjadi ciri khas dari penduduk bagian pusat Italia.

Masakan Italia berakar dari kuliner Mediterania yang kaya akan pasta, ikan, dan sayuran. Masakan ini disajikan dengan sederhana dimana biasanya hanya terdiri dari empat hingga delapan bahan masakan. Resep masakan Italia biasanya merupakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun. Seiring dengan masuknya komoditas pangan dari Asia hingga Amerika, masakan Italia menjadi semakin bervariasi dengan bahan masakan yang semakin beragam.

Tak hanya dengan seni dan kuliner, sepakbola juga menjadi kecintaan para penduduk Italia. Di negara tersebut, sepakbola adalah tempat untuk menyampaikan aspirasi. Sampai-sampai ada penduduk yang lebih loyal kepada klub atau tim nasional sepakbola dibanding negaranya. Ketika telah berkumpul, sesama pendukung akan menyatu tak peduli apapun ras, usia, negara, dan jenis kelamin mereka. Di stadion atau di tempat-tempat nonton bareng, setiap fans akan saling memberikan semangat dengan bernyanyi bersama mendukung tim kesayangannya.