Mengenal Kehidupan Sosial dan Budaya di Spanyol

sosial dan budaya spanyol

Spanyol, adalah negara yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Berdasarkan data 2018 yang kami dapatkan, jumlah pengunjung Spanyol berada di posisi kedua setelah Perancis hingga mencapai 81.8 juta wisatawan.

Negara Eropa satu ini memiliki kehidupan sosial dan kebudayaan yang terbilang sangat khas. Inilah yang menjadi daya tarik utama wisatawan dari mancanegara (termasuk Indonesia) memilih Spanyol sebagai destinasi wisatanya.

Pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi tentang kehidupan sosial dan kebudayaan Spanyol yang kami dapatkan.

Berbagai Acara yang Unik dan Khas

Tarian Flamenco

Salah satu contoh budaya Spanyol yang memperoleh begitu banyak pengaruh adalah tarian Flamenco. Sekarang ini tarian Flamenco dianggap sebagai salah satu bentuk budaya Spanyol secara umum. Namun, sebenarnya tarian Flamenco merupakan salah satu tarian pergaulan tradisional berasal dari Andalusia, yang terletak di wilayah selatan.

Akar dari tarian Flamenco berasal dari budaya kaum Gipsi Andalusia dan budaya Islam Persia. Dengan semakin berkembangnya tarian ini di wilayah lain, tradisi musik lokal ikut mempengaruhi, seperti unsur musik tradisional Castilia. Keberagaman ini menjadikan tarian Flamenco sebuah tarian dengan genre musik yang kuat, ritmik, bertenaga, anggun dan indah.

El Colacho

Dikenal secara lokal sebagai “El Colacho” tapi secara internasional dikenal sebagai “festival melompat bayi,” ritual Spanyol ini melibatkan pria berpakaian sebagai setan di jumpsuits merah kuning dan dipasangkan dengan sepatu lari modern, pria tersebut harus melompati bayi yang lahir

dalam dua belas bulan sebelumnya atau yang berumur satu tahun. Sebelum memulai lompatan, sejumlah pemuda berpakaian hitam akan membunyikan drum yang menandakan ancang-ancang melompat. Setelah drum berbunyi, lompatan pun dilakukan.

Els Enfarinats

Setiap tanggal 28 Desember berlangsung perang melempar tepung dan telur di kota Ibi, spanyol. Setiap orang yang ikut memeriahkan festival ini wajib menggunakan pakaian militer, dengan bersenjatakan tepung, telur, dan kembang api.

Rangkaian acaranya unik seperti dua kubu sedang berperang. Kubu ini terdiri dari sekelompok pria yang sudah menikah disebut Els Enfarinats dan kubu penertib bernama La Oposicio yang menertibkan serbuan Els Efarinats.

Adu Banteng (corrida de toros)

Karena keberagaman yang tinggi, kadang budaya Spanyol diwarnai dengan kontradiksi. Sebagai contoh, adu banteng, atau Corrida de toros bagi orang Spanyol, merupakan pertunjukan juga olah raga yang menarik dan penuh kontradiksi.

Secara visual, tampilan matador dalam kostum serba gemerlap dan halus, badan yang selalu langsing dan sportif, begitu kontras dengan tampilan banteng yang gelap, solid, dan sangat ganas. Gerakan matador yang bagai tarian diakhiri dengan tebasan pedang. Lapangan berpasir yang putih pun memerah oleh darah banteng.

Keindahan? Ya. Sadis? Ya juga. Kengerian bagi penonton yang tak akrab dengan tradisi ini. Namun, kemampuan matador dalam menghindar dari terjangan banteng, terlebih sikapnya yang menantang si banteng menjadi kenikmatan tersendiri. Karenanya ia bertahan, bahkan tak menunjukkan tanda-tanda bakal menyingkir dari lubuk sanubari penggemarnya di Spanyol, Portugal, Prancis Selatan, dan negara-negara Amerika Latin.

Tomatina

LaTomatina merupakan acara perang makanan dalam festival kota Bunol di wilayah Valencia yang diadakan setahun sekali pada hari rabu di akhir bulan Agustus. Ratusan orang datang dari seluruh penjuru dunia datang untuk ikut dalam timpuk-timpukan menggunakan tomat yang sudah terlalu matang. La Tomatina merupakan bagian dari festival selama seminggu yang diisi dengan pertunjukkan musik, parade, tarian, dan pertunjukkan kembang api. Semalam sebelum Tomatina, partisipan akan berkompetisi dalam kontes memasak paella (masakan tradisional spanyol yang terdiri dari nasi, ikan, tomat, dan sayur-sayuran) .

Diperkirakan turis yang datang ke acara ini mencapai 20.000-40.000 orang. Melebihi penduduk Bunol yang berjumlah 9.000. Karena akomodasi yang terbatas, akhirnya pada turis umumnya tinggal di kota Valencia dan naik bus atau kereta untuk menuju ke Bunol, yang terletak 38 km dari Valencia. Sebagai persiapan, para pemilik toko dan rumah akan menggunakan plastik besar sebagai pelapis bagian depan bangunan mereka supaya terlindung.

Adu lari dengan banteng (el encierro)

Selain adu banteng ada salah satu olah raga ekstrim lagi yang terdapat di Spanyol yang telah ada dari zaman dahulu yaitu adu lari dengan banteng atau dalam bahasa Spanyol ‘el encierro’ merupakan suatu tradisi berlari di depan banteng-banteng yang telah dilepaskan ke suatu jalan kota yang telah disekat khusus untuk acara ini.

Walaupun acara ini sering diadakan di festival kota dan desa di seluruh Spanyol, namun acara el encierro yang paling terkenal adalah di festival San Fermin di Pamplona, yang disiarkan langsung di Television Espanola dan Cuatro.

Tradisi ini bermula dari upaya memindahkan banteng-banteng dari kandang di pinggir kota (dimana mereka berada pada malam harinya) menuju ke arena adu banteng. Para pemuda biasanya suka melompat ke depan banteng-banteng itu untuk menunjukkan keberanian mereka. Sejak tahun 1924 telah tercatat 15 orang meninggal di Pamplona akibat acara ini. Korban meninggal terakhir pada tahun 1995 yaitu seorang turis dari Amerika.

Tidak seperti adu banteng yang dilakukan oleh profesional, dalam acara el encierro ini, setiap orang boleh berpartisipasi. Luka-luka menjadi hal yang lumrah dalam acara ini, baik dari partisipan yang terseruduk banteng, maupun banteng yang tanduknya tersangkut di bebatuan jalan.

Kebiasaan-Kebiasaan Orang Spanyol

  • Adanya kegiatan Siesta, atau tidur siang singkat setelah jam makan siang. Kata siesta berasal dari Bahasa Spanyol, hora sexta – jam keenam (artinya, jika dihitung dari fajar sampai siang, maka diistilahkan “istirahat tengah hari”).
  • Adat di Spanyol tidaklah terlalu ribet. Saat bertamu biasakan membawakan sedikit hadiah. Jika anda memilih bunga, maka bawalah bunga delima.
  • Di Spanyol kita tidak akan menemukan antrian baris memanjang. Ketika sudah giliran kita, cukup maju dan katakan bahwa sudah itu giliran kita.
  • Menghadiri acara non formal di Spanyol sebaiknya telat sekitar 10 sampai 15 menit. Orang Spanyol sarapan sekitar jam 7-8 pagi dengan menu jus, kopi, biscuit. Jam makan siang dari jam 13.00-15.30. Sebelum makan siang biasanya minum arak dulu. Jam makan malam orang Spanyol adalah dari jam 20.30-23.00. Banyak restoran buka dari jam 9 malam.
  • Budaya makan di Spanyol saat menghadiri acara harus sangat diperhatikan. Jika tamu undangan disamping anda adalah wanita, maka pria harus membantu wanita tersebut untuk duduk terlebih dahulu. Sebisa mungkin harus mengajak bicara orang yang duduk di samping anda. Jika saat makan tidak sengaja memecahkan gelas tidak usah khawatir karena pelayan akan membereskannya namun anda jangan lupa untuk meminta maaf pada tamu yang duduk di samping anda.
  • Orang Spanyol juga Ramah , klo berpapasan di tangga/flat pasti saling tegur “Hola” terus kalo ketemu pasti cipika cipiku, cium pipi kanan pipi kiri…biarpun baru pertama kali ketemu mo cewe atau cowo pasti cium,
  • Orang Spanyol ternyata sopan, klo di bus atau subway, mereka pasti berdiri klo ada orang tua, dan,, Orang spanyol seneng baget jalan kaki